Erdikha Elit Sekuritas

Erdikha: Pantau Saham BRPT, KLBF dan PGAS

Pada perdagangan kemarin indeks berhasil ditutup menguat melewati resistance kuat 2400. Kenaikan ini menjadikan support Indeks berada pada level 2400.

Erdikha: Indeks Coba Tembus Level Resistance 2116

Pada perdagangan Selasa lalu (07/07), indeks berhasil ditutup menguat 2.3% di tengah kabanyakan bursa yang hanya menguat tipis. Sentimen pemilu menjadi pendongkrak kenaikan indeks.

Erdikha: Indeks Cermati Regional dan Komoditas

Pada perdagangan akhir minggu kemarin indeks ditutup melemah tipis, setelah dua hari menguat. Minggu ini kami melihat indeks akan memperhatikan perkembangan data inflasi Juni dan penetapan suku bunga acauan Bi rate yang baru, serta tetap memperhatikan perkembangan harga komoditas.

Erdikha: Indeks UJi Level 1.900

Turunnya harga minyak dan keluarnya laporan World Bank yang menurunkan pertumbuhan ekonomi dunia dan beberapa negara membawa indeks ditutup di zona merah pada perdagangan kemarin.

Erdikha: Indeks Masih Cenderung Wait and See

Setelah melemah selama empat hari berturut-turut, indeks akhirnya berhasil menguat pada perdagangan akhir minggu kemarin.

Erdikha: Indeks Masih Melihat Komoditas dan Regional

Indeks kembali melemah pada perdagangan kemarin. Penurunan bursa regional dan harga komoditi menjadi sentimen negatif bagi indeks.

Erdikha: Indeks Uji Support 1.967

Indeks kemarin kembali melemah akibat aksi take profit, penurunan harga komiditas, dan sentimen negatif bursa regional.

Erdikha: Indeks Masih Berpotensi Sideways

Pada perdagangan kemarin indeks ditutup melemah akibat aksi take profit, namun demikian pergerakan indeks masih pada jalur sideways, dengan support 2.057 dan resistance 2.108.

Erdikha: Indeks Bergerak Dalam Kisaran 2.060 - 2.115

Pada perdangan akhir pekan lalu indeks di tutup menguat tipis. Selama seminggu terakhir indeks bergerak sideways dengan pada support 2.057 dan resistance 2.116.

Erdikha: Indeks Wait and See

Indeks ditutup menguat mengikuti seperti kebanyakan bursa Asia pada perdagangan kemarin. Walau demikian, indeks masih berpotensi konsolidasi pada beberapa hari ke depan.

Syndicate content
 



Bursa Dunia

FITUR BARU



Intermeso

AGENDA

« September 2010 »
MonTueWedThuFriSatSun
12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930
 
 
 



BBRI

BBRI mencatatkan kenaikan laba bersih selama semester I-2010 sebesar 22,80 persen menjadi Rp4,318 triliun, bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,516 triliun. Peningkatan tersebut dipicu oleh melonjaknya pos pendapatan bunga bersih perseroan selama semester I-2010 sebesar 23,95 persen menjadi Rp13,55 triliun, bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp10,931 triliun. Sedangkan pos laba operasional perseroan juga mengalami peningkatan sebesar 39,68 persen menjadi Rp5,575 triliun, bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,991 triliun.   

Rekomendasi: Buy
Target: Rp 11.000

ADHI

Setelah mendapatkan kontrak baru dari Chevron Pasific Indonesia, ADHI kembali mendapatkan kontrak proyek rekonstruksi infrastruktur PLF-ADF Banda Aceh senilai Rp119 miliar. Nama proyek ini adalah rehabilitation and structure in Banda Aceh Zone 3, and others work. Jenis proyek ini adalah drainase kota yang berlokasi di Banda Aceh dengan lingkup pekerjaan antara lain sal drainase 12 km, box culvent dan rumah pompa dan pengadaan mobile pump dengan waktu pelaksanaan selama 14 bulan.    

Rekomendasi: Speculative Buy
Target: 980

ADRO

ADRO akan meningkatkan investasi proyek ban berjalan (konveyor system) untuk mengangkut batubara sepanjang 68 kilometer (km) di Kalimantan. Investasi proyek tersebut meningkat dari US$ 240 juta atau sekitar Rp 2,2 triliun menjadi US$ 480 juta (setara Rp 4,4 triliun). ADRO awalnya menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sepanjang 2010 dan 2011 untuk mendanai pembangunan konveyor dan pembangkit listrik berkapasitas 2X30 megwatt senilai US$ 400 juta. Dari jumlah itu, dana untuk proyek pembangkit dialokasikan US$ 160 juta, sehingga sisanya US$ 240 juta dianggarkan sebagai dana awal proyek konveyor.    

Rekomendasi: Buy
Target: 2.300

INDF

INDF menganggarkan belanja modal (capex) di 2010 sebesar Rp4,2 triliun. Dananya untuk pabrik di Pati dengan kapasitas 3.700 tcd atau 3.000 ton sedangkan di Sumsel kami akan bangun dengan kapasitas 80 ribu-100 ribu ton gula. Untuk investasi itu sendiri, per 100 ribu ton kapasitas membutuhkan dana sebesar USD120 juta-USD130 juta. Di sisi lain, INDF mengungkapkan bila jumlah total utang INDF dan anak usahanya sampai saat ini tercatat Rp17 triliun.

Rekomendasi: Buy
Target: 5.300