Internasional

Wall Street Melonjak Didorong Data Pekerjaan

Saham Amerika Serikat melonjak pada Jumat waktu setempat, setelah laporan data pekerjaan yang banyak diantisipasi mengangkat harapan bahwa pemulihan ekonomi Amerika berada di jalur yang benar.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Antara.

Data Ekonomi AS Bikin Wall Street Melonjak

Bursa saham Wall Street pada pekan ini menutup kejayaannya, setelah pada Jumat waktu setempat data ekonomi baru-baru ini, termasuk laporan pasar tenaga kerja melampaui perkiraan.

Berita selengkapnya bisa dibaca di okezone.com.

Data positif dongkrak bursa Asia

Hingga penutupan pukul 16.15 waktu Tokyo, bursa Asia masih berenang di zona hijau. Sejumlah data positif mendongkrak bursa regional hari ini. Sebut saja tingkat penjualan rumah AS yang meningkat dan penguatan mata uang won.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Kontan Online

Saham Asia Lanjutkan Penguatan Dipicu Wall Street

Saham Asia pada perdagangan Jumat (3/9) melanjutkan penguatan setelah data AS menunjukkan perbaikan dalam perumahan dan pasar kerja.

Berita selengkapnya bisa dibaca di inilah.com

Investor Wait & See, Wall Street Masih Menguat Tipis

Harga saham-saham mengalami kenaikan di bursa AS walaupun volume transaksi tercatat rendah.

Berita selengkapnya bisa dibaca di okezone.com.

Dow Jones dan S&P masih terbang

Bursa As masih terlihat positif. Setelah Rabu (1/9) lalu ditutup dengan kenaikan mencapai 2% lebih, kemarin malam, bursa di Negeri Paman Sam itu juga melesat. Rupanya, data tentang penjualan ritel yang naik, data pengajuan klaim pengangguran menurun, serta data penjualan rumah yang meningkat membuat pasar saham bergairah.

Saham Asia Naik Tajam Ikuti Wall Street

Saham Asia pada perdagangan Kamis (2/9) menguat tajam dipicu kenaikan Wall Street yang didorong peningkatan manufaktur AS dan China.

Berita selengkapnya bisa dibaca di inilah.com

Bursa Saham Hadapi Bulan Terburuk

Setelah rilisnya data ekonomi AS yang menunjukkan pelemahan, datang ancaman yang lebih menakutkan, yakni awal dari apa yang secara tradisional disebut bulan terburuk. Dapatkah bursa saham menghadapi krisis September ini?

Berita selengkapnya bisa dibaca di inilah.com

Indeks fluktuatif, terpeleset ke zona merah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rupanya tidak kompak dengan indeks Dow Jones dan bursa Asia. Pada pukul 10.00, IHSG yang sempat naik ke posisi 3.157 malah turun tipis ke level 3.133,332 atau turun 0,07%.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Kontan Online

Wall Street Menguat Ditopang Data Ekonomi AS & China

Indeks Wall Street menunjukan performa terbaiknya selama delapan minggu terakhir.

Berita selengkapnya bisa dibaca di okezone.com.

Syndicate content
 



Bursa Dunia

FITUR BARU



Intermeso

AGENDA

« September 2010 »
MonTueWedThuFriSatSun
12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930
 
 
 



BBRI

BBRI mencatatkan kenaikan laba bersih selama semester I-2010 sebesar 22,80 persen menjadi Rp4,318 triliun, bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,516 triliun. Peningkatan tersebut dipicu oleh melonjaknya pos pendapatan bunga bersih perseroan selama semester I-2010 sebesar 23,95 persen menjadi Rp13,55 triliun, bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp10,931 triliun. Sedangkan pos laba operasional perseroan juga mengalami peningkatan sebesar 39,68 persen menjadi Rp5,575 triliun, bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,991 triliun.   

Rekomendasi: Buy
Target: Rp 11.000

ADHI

Setelah mendapatkan kontrak baru dari Chevron Pasific Indonesia, ADHI kembali mendapatkan kontrak proyek rekonstruksi infrastruktur PLF-ADF Banda Aceh senilai Rp119 miliar. Nama proyek ini adalah rehabilitation and structure in Banda Aceh Zone 3, and others work. Jenis proyek ini adalah drainase kota yang berlokasi di Banda Aceh dengan lingkup pekerjaan antara lain sal drainase 12 km, box culvent dan rumah pompa dan pengadaan mobile pump dengan waktu pelaksanaan selama 14 bulan.    

Rekomendasi: Speculative Buy
Target: 980

ADRO

ADRO akan meningkatkan investasi proyek ban berjalan (konveyor system) untuk mengangkut batubara sepanjang 68 kilometer (km) di Kalimantan. Investasi proyek tersebut meningkat dari US$ 240 juta atau sekitar Rp 2,2 triliun menjadi US$ 480 juta (setara Rp 4,4 triliun). ADRO awalnya menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sepanjang 2010 dan 2011 untuk mendanai pembangunan konveyor dan pembangkit listrik berkapasitas 2X30 megwatt senilai US$ 400 juta. Dari jumlah itu, dana untuk proyek pembangkit dialokasikan US$ 160 juta, sehingga sisanya US$ 240 juta dianggarkan sebagai dana awal proyek konveyor.    

Rekomendasi: Buy
Target: 2.300

INDF

INDF menganggarkan belanja modal (capex) di 2010 sebesar Rp4,2 triliun. Dananya untuk pabrik di Pati dengan kapasitas 3.700 tcd atau 3.000 ton sedangkan di Sumsel kami akan bangun dengan kapasitas 80 ribu-100 ribu ton gula. Untuk investasi itu sendiri, per 100 ribu ton kapasitas membutuhkan dana sebesar USD120 juta-USD130 juta. Di sisi lain, INDF mengungkapkan bila jumlah total utang INDF dan anak usahanya sampai saat ini tercatat Rp17 triliun.

Rekomendasi: Buy
Target: 5.300