Karet di Level Terendah Dalam Satu Bulan Terakhir

Harga karet turun untuk hari kelima ke posisi terendah dalam sebulan karena koreksi harga minyak memangkas biaya pembuatan produk sintetis dan munculnya kecemasan China akan menaikkan suku bunga untuk memperlambat ekspansi ekonomi.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Bisnis Indonesia.

 



Bursa Dunia

FITUR BARU



Intermeso

AGENDA

« September 2010 »
MonTueWedThuFriSatSun
12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930
 
 
 



BJBR

BJBR membukukan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp20,6 triliun per Juni 2010. Sementara itu, per Desember 2009 dana DPK mencapai Rp23,6 triliun. Di mana sekira Rp8 triliun merupakan nasabah asal Jabar dan Banten. Pada 2010, BJBR berencana memperluas jaringan kantor dengan cara membuka enam kantor cabang, 40 kantor cabang pembantu (KCP), 16 kantor kas, lima Kas Mobil, pembukaan 199 ATM, empat Unit Layanan, dan satu layanan weekend banking. Pada 2009 laba barsih BJBR mencapai Rp709 miliar atau naik dibanding 2008 sebesar Rp542 miliar. Jumlah DPK tercatat Rp23,7 triliun atau naik dari 2008 sebesar Rp18,3 triliun dengan nilai kredit Rp19,6 triliun atau naik dari 2008 sebesar Rp16,4 triliun.   

Rekomendasi: Speculative Buy
Target: Rp 1.500

KIJA

KIJA menargetkan pendapatan bersihnya bakal tumbuh sebanyak dua kali lipat dibandingkan 2009 menjadi Rp795,2 miliar pada 2010 ini. Selain dari pendapatan penjualan properti atau berupa tanah dan kawasan pendapatan akan disokong oleh beberapa proyek yang tengah digarap KIJA. Misalnya pabrik pengolahan air bersih, akan menyumbangkan sekira Rp130 miliar-Rp140 miliar kepada pendapatan. Di mana sekarang ini di kawasan industri Cikarang, ada sebanyak 1.500 pabrik. Selain itu, akan ada tambahan dari Dry Port. Proyek yang baru berjalan ini diprediksikan akan berkontribusi sebesar Rp30 miliar. Lalu, dari Movie Land, yakni dari adanya Hollywood Plaza diproyeksikan sebesar Rp20 miliar terhadap pendapatan. Sementara dari pembangkit listrik, berkontribusi sebesar Rp200 miliar.    

Rekomendasi: Speculative Buy
Target: 160

ADRO

ADRO akan meningkatkan investasi proyek ban berjalan (konveyor system) untuk mengangkut batubara sepanjang 68 kilometer (km) di Kalimantan. Investasi proyek tersebut meningkat dari US$ 240 juta atau sekitar Rp 2,2 triliun menjadi US$ 480 juta (setara Rp 4,4 triliun). ADRO awalnya menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sepanjang 2010 dan 2011 untuk mendanai pembangunan konveyor dan pembangkit listrik berkapasitas 2X30 megwatt senilai US$ 400 juta. Dari jumlah itu, dana untuk proyek pembangkit dialokasikan US$ 160 juta, sehingga sisanya US$ 240 juta dianggarkan sebagai dana awal proyek konveyor.    

Rekomendasi: Buy
Target: 2.300

INDF

INDF menganggarkan belanja modal (capex) di 2010 sebesar Rp4,2 triliun. Dananya untuk pabrik di Pati dengan kapasitas 3.700 tcd atau 3.000 ton sedangkan di Sumsel kami akan bangun dengan kapasitas 80 ribu-100 ribu ton gula. Untuk investasi itu sendiri, per 100 ribu ton kapasitas membutuhkan dana sebesar USD120 juta-USD130 juta. Di sisi lain, INDF mengungkapkan bila jumlah total utang INDF dan anak usahanya sampai saat ini tercatat Rp17 triliun.

Rekomendasi: Buy
Target: 5.300